Payakumbuh – Wali Kota Zulmaeta Meski Zulmaeta, menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan pelayanan publik meskipun pemerintah kota harus menghadapi tantangan berupa penurunan dana transfer dari pemerintah pusat pada tahun anggaran mendatang. Hal itu disampaikan Zulmaeta dalam rapat koordinasi bersama seluruh kepala perangkat daerah di Aula Balai Kota, Senin (11/11).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Zulmaeta mengakui bahwa adanya penurunan alokasi dana transfer dari pusat — baik Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) — memberikan dampak cukup signifikan terhadap kemampuan fiskal daerah. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus kreatif dan efisien dalam mengelola anggaran. Meski dana transfer berkurang, masyarakat tidak boleh merasakan dampaknya. Pelayanan publik harus tetap berjalan dengan baik,” ujar Zulmaeta dengan tegas.

Baca Juga : Wawako Elzadaswarman Ajak Wisudawan STT Payakumbuh
Menurutnya, kondisi fiskal daerah yang menantang justru menjadi ujian bagi pemerintah kota untuk lebih inovatif dan adaptif dalam menjalankan program-program prioritas. Ia mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penataan ulang anggaran, memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Dorong Efisiensi dan Inovasi
Zulmaeta menekankan pentingnya efisiensi di semua lini birokrasi. Ia meminta agar program-program seremonial yang tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dapat dikurangi, sementara anggaran lebih difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, dan pelayanan administrasi publik.
“Kita harus berani memangkas kegiatan yang sifatnya tidak prioritas. Fokus kita tetap pada kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah hadir bukan sekadar menjalankan rutinitas, tapi memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Selain efisiensi, Wali Kota juga mendorong munculnya inovasi layanan publik berbasis digital agar pelayanan dapat dilakukan lebih cepat, transparan, dan hemat biaya. Menurutnya, transformasi digital bukan hanya tren, tetapi kebutuhan yang mendesak untuk menjaga kualitas pelayanan di tengah keterbatasan anggaran.
Kolaborasi dengan Swasta dan Masyarakat
Dalam kesempatan itu, Zulmaeta juga membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta dan komunitas masyarakat untuk mendukung berbagai program pembangunan. Ia menilai bahwa semangat kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil dapat memperkuat fondasi pelayanan publik.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Banyak potensi kolaborasi yang bisa kita dorong, seperti program CSR perusahaan, partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial, dan dukungan perguruan tinggi dalam riset dan inovasi,” ujarnya.
Menurut Zulmaeta, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan kota, terutama saat fiskal daerah sedang terbatas. Ia berharap pola gotong royong modern ini dapat menjadi ciri khas Payakumbuh sebagai kota yang tangguh dan inklusif.
Pelayanan Publik Tidak Boleh Terhambat
Meski menghadapi tekanan fiskal, pemerintah kota memastikan bahwa pelayanan publik esensial tetap berjalan optimal. Beberapa sektor yang menjadi perhatian khusus antara lain:
-
Pelayanan kesehatan: memastikan ketersediaan obat, tenaga medis, dan pelayanan puskesmas tetap prima.
-
Pendidikan: menjamin keberlanjutan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
-
Infrastruktur dasar: perbaikan jalan lingkungan, drainase, dan fasilitas umum tetap dilakukan secara bertahap.
-
Pelayanan administrasi: percepatan layanan dokumen kependudukan dan perizinan melalui sistem online.
Zulmaeta juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas anggaran agar masyarakat mengetahui bagaimana pemerintah bekerja dalam kondisi yang sulit sekalipun.
Optimisme Hadapi Tantangan
Menutup arahannya, Wali Kota Zulmaeta menyampaikan optimismenya bahwa Payakumbuh akan mampu melewati masa sulit ini dengan baik. Ia percaya, dengan kerja keras, efisiensi, dan semangat melayani, pemerintah kota akan tetap bisa menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
“Tantangan fiskal ini bukan penghalang, tapi pemacu untuk berbenah. Dengan kerja cerdas dan hati yang tulus melayani, kita bisa menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.
Langkah-langkah strategis yang diambil Pemko Payakumbuh diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola keterbatasan dengan cara yang inovatif dan berorientasi pada pelayanan. Karena bagi Zulmaeta, melayani masyarakat adalah amanah yang tidak bisa ditawar, berapa pun besar anggaran yang tersedia.






