Payakumbuh – Sinergi Eksekutif Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2026 sebesar Rp745,6 miliar. Penetapan ini merupakan hasil dari sinergi yang solid antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan anggaran yang pro-rakyat dan mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan.
Proses Penyusunan APBD 2026 yang Melibatkan Berbagai Pihak
Penyusunan APBD 2026 diawali dengan berbagai konsultasi dan pembahasan antara Pemerintah Kota Payakumbuh yang diwakili oleh eksekutif, dalam hal ini Walikota Payakumbuh, dan DPRD Kota Payakumbuh. Selama proses tersebut, perhatian besar diberikan kepada kebutuhan dasar masyarakat, pengembangan infrastruktur, dan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.
Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, menyatakan bahwa APBD tahun 2026 ini dirancang dengan prinsip kehati-hatian dan pemerataan pembangunan di seluruh sektor. “APBD ini akan mencakup kebutuhan penting bagi masyarakat, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup, pengembangan ekonomi daerah, serta pembangunan infrastruktur yang lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers setelah penetapan anggaran.
Prioritas Penggunaan APBD 2026
Ada beberapa sektor yang mendapatkan perhatian khusus dalam APBD 2026. Berikut adalah rincian alokasi anggaran berdasarkan prioritas yang ditetapkan:
-
Pendidikan – Sebanyak Rp155,4 miliar atau sekitar 20,8% dari total anggaran dialokasikan untuk sektor pendidikan. Ini mencakup pembangunan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan kualitas pengajaran, serta bantuan untuk pelatihan keterampilan bagi tenaga pengajar.
-
Kesehatan – Untuk sektor kesehatan, Payakumbuh mengalokasikan Rp88,2 miliar (11,8%) yang akan digunakan untuk peningkatan fasilitas rumah sakit, puskesmas, dan program kesehatan preventif. Program vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pelayanan kesehatan dasar juga menjadi fokus utama.
-
Infrastruktur – Pembangunan dan perawatan infrastruktur mendapatkan porsi terbesar, yaitu Rp235,7 miliar (31,7%). Dana ini akan digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang mendukung mobilitas warga serta pengembangan kawasan industri dan perdagangan.
-
Ekonomi Kreatif dan UMKM – Pemerintah Kota Payakumbuh juga sangat fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal. Sebanyak Rp63,8 miliar (8,6%) disiapkan untuk mendukung program-program yang dapat memperkuat ekonomi kreatif dan UMKM di kota ini. Melalui program ini, diharapkan lebih banyak pelaku usaha kecil dan menengah bisa mendapatkan akses ke modal dan pasar yang lebih luas.
-
Lingkungan Hidup – Dalam rangka mendukung program pembangunan berkelanjutan, Rp42,1 miliar (5,6%) akan dialokasikan untuk pengelolaan lingkungan hidup, yang mencakup konservasi alam, pengolahan sampah, serta penanaman pohon dan penghijauan di kawasan perkotaan.
Sinergi Eksekutif dan Legislatif yang Kuat

Baca Juga : Pembangunan Pasar Payakumbuh Dipastikan Transparan dan Akuntabel
Keberhasilan dalam merumuskan APBD yang besar ini tak terlepas dari kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif. Ketua DPRD Payakumbuh, M. Nafi, menyatakan bahwa pengesahan APBD ini merupakan hasil dari diskusi panjang dan perencanaan matang antara pihak legislatif dan eksekutif.
Pihak legislatif juga berkomitmen untuk terus mengawasi penggunaan anggaran agar tidak ada pemborosan dan setiap dana yang dialokasikan tepat sasaran.
Harapan untuk Pembangunan yang Merata dan Berkelanjutan
Dengan APBD 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp745,6 miliar, Pemerintah Kota Payakumbuh mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung tercapainya target-target pembangunan yang telah ditetapkan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan akan mempercepat tercapainya kemajuan yang merata di setiap daerah, serta meningkatkan kualitas hidup warganya.
“APBD ini adalah untuk rakyat.
Dengan berbagai program yang telah dirancang, Payakumbuh bertekad untuk mempercepat proses transformasi kota menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.






