Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Payakumbuh Poetry Festival 2025: Panggung Kreatif yang Bergerak untuk Kemanusiaan

Festival puisi terbesar di Payakumbuh hadir dengan fokus baru, mulai dari alih wahana karya hingga penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera Barat

Menuju Payakumbuh Poetry Festival 2025
Menuju Payakumbuh Poetry Festival 2025
Shoppe Mall

Festival Puisi Payakumbuh Hadir dengan Konsep Lebih Segar

Payakumbuh Poetry Festival 2025 kembali digelar dengan konsep yang lebih luas dan segar. Tidak hanya merayakan kreativitas lewat pembacaan puisi, acara tahun ini juga menyoroti isu kemanusiaan yang sedang terjadi di Sumatera Barat.

Festival yang menjadi ruang ekspresi bagi penyair muda dan senior ini berlangsung meriah dengan melibatkan komunitas seni dari berbagai daerah. Pengunjung memenuhi area acara sejak pagi untuk menikmati rangkaian program yang telah disiapkan panitia.

Shoppe Mall

Tema yang diangkat tahun ini adalah Sastra Bergerak, Makna Mengalir bersama. Tema ini dirancang untuk mengajak masyarakat memahami bahwa karya sastra tidak hanya hidup di panggung, tetapi juga mampu menyentuh kehidupan sosial.

Penyair dari berbagai kota tampil silih berganti dengan karya-karya bertema bencana, lingkungan, dan kemanusiaan. Suasana menjadi haru ketika beberapa penyair membacakan puisi yang terinspirasi dari kondisi banjir di Sumatera Barat.

Panitia menjelaskan bahwa festival tahun ini memang ingin menjadi ruang refleksi. Melalui puisi, mereka berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap persoalan yang menimpa sesama.

Acara pembukaan juga menampilkan kolaborasi musik dan puisi yang mendapat sambutan hangat dari penonton. Pertunjukan tersebut memperlihatkan bagaimana sastra dapat berpadu dengan seni pertunjukan modern.

Payakumbuh Poetry Festival 2025
Payakumbuh Poetry Festival 2025

Fokus Alih Wahana dan Ruang Kreatif Bagi Seniman

Salah satu yang menjadi perhatian utama pada festival tahun ini adalah program alih wahana atau adaptasi karya puisi ke berbagai bentuk seni lain. Program ini diperkenalkan untuk mendorong seniman mengeksplorasi karya sastra melalui media visual, audio, hingga pertunjukan.

Workshop alih wahana menjadi salah satu sesi yang paling ramai diikuti. Para peserta belajar cara mengubah karya puisi menjadi film pendek, ilustrasi digital, hingga instalasi seni.

Para mentor yang dihadirkan merupakan pelaku seni yang berpengalaman dalam dunia kreatif. Mereka memberikan penjelasan tentang teknik adaptasi serta pentingnya sensitivitas terhadap makna karya asli.

Pengunjung festival juga dapat menikmati pameran seni yang menampilkan karya adaptasi dari peserta tahun sebelumnya. Beberapa karya berhasil menarik perhatian karena mampu menerjemahkan puisi menjadi visual yang kuat.

Program ini dipuji banyak pengunjung karena membuka ruang baru bagi para seniman muda. Mereka menilai alih wahana dapat memperluas dampak sebuah karya sastra agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Panitia berharap program ini dapat menjadi salah satu identitas utama Payakumbuh Poetry Festival di masa mendatang. Dengan demikian, perpaduan sastra dan seni modern bisa terus berkembang secara berkelanjutan.


Aksi Solidaritas untuk Korban Bencana Sumatera Barat

Selain menghadirkan berbagai program seni, Payakumbuh Poetry Festival 2025 juga menggelar aksi solidaritas. Panitia membuka donasi bagi korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat.

Kotak donasi ditempatkan di sejumlah titik strategis area festival. Pengunjung dipersilakan memberikan bantuan berupa uang, makanan, maupun kebutuhan darurat lainnya.

Sesi pembacaan puisi bertema kemanusiaan menjadi bagian yang paling menyentuh dalam festival ini. Banyak penyair membacakan karya yang menggambarkan rasa kehilangan, semangat bangkit, hingga doa untuk para korban bencana.

Panitia mengumumkan bahwa seluruh hasil donasi akan disalurkan melalui lembaga resmi yang terpercaya. Mereka ingin memastikan bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan.

Selain donasi langsung, beberapa komunitas juga menggelar lelang karya seni untuk menambah dana bantuan. Lelang tersebut berhasil mengumpulkan dukungan besar dari para pecinta seni.

Aksi solidaritas ini menunjukkan bahwa festival sastra tidak hanya membicarakan kata-kata, tetapi juga bergerak nyata untuk membantu sesama. Panitia berharap semangat ini menjadi budaya baru dalam setiap penyelenggaraan festival di Payakumbuh.

donasi bencana Sumbar
donasi bencana Sumbar

Baca Juga : HUT KORPRI ke-54 Payakumbuh Tetap Meriah di Tengah Hujan, Kekompakan ASN Jadi Sorotan

Shoppe Mall