Payakumbuh – kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi dalam dunia olahraga, khususnya tenis, dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Piala Wali Kota 2025.
Turnamen ini menjadi sorotan nasional karena berhasil menarik perhatian para atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri.
Total sebanyak 162 atlet junior ambil bagian dalam kejuaraan ini, menunjukkan tingginya antusiasme dan semangat kompetisi dari para peserta.
Kejurnas ini diselenggarakan di lapangan tenis milik ini
Kehadiran atlet dari luar negeri juga memberikan warna tersendiri, serta meningkatkan level persaingan dalam turnamen ini.
Wali Kota Payakumbuh menyambut baik penyelenggaraan Kejurnas ini sebagai bagian dari upaya memajukan olahraga dan memperkenalkan kota ke kancah nasional dan internasional.

Baca Juga : Hotel Narasaki Diduga Menjadi Sarang Prostitusi di Payakumbuh
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya semangat sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai wadah pembinaan atlet muda.
Peserta yang datang berasal dari berbagai provinsi seperti Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, hingga Papua.
Sementara dari luar negeri, beberapa atlet berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Event ini terbagi dalam beberapa kelompok usia, mulai dari U-10, U-12, U-14, hingga U-18, baik putra maupun putri.
Banyak orang tua atlet turut hadir di Payakumbuh untuk mendampingi dan memberikan semangat kepada anak-anak mereka.
Kehadiran ratusan atlet dan pendamping ini juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Para pelaku UMKM di sekitar venue juga mendapat manfaat dari ramainya pengunjung dan peserta yang datang dari berbagai daerah.
Turnamen ini juga menghadirkan wasit-wasit bersertifikat nasional untuk memastikan jalannya pertandingan berlangsung adil dan profesional.
Pertandingan berlangsung sengit sejak hari pertama, dengan banyak atlet menunjukkan kemampuan teknik dan mental bertanding yang kuat.
Beberapa atlet unggulan nasional turut ambil bagian dan menjadi pusat perhatian selama pertandingan.
Ajang ini juga menjadi media scouting bagi pelatih dan pengurus untuk mencari bibit-bibit unggul yang berpotensi masuk pelatnas.






