payakumbuh – KORPRI Payakumbuh Di tengah arus perubahan birokrasi yang makin cepat, satu pertanyaan penting mencuat: siapa yang akan jadi penggeraknya? Di Kota Payakumbuh, jawaban itu mulai mengerucut pada satu nama: KORPRI.
Kini, KORPRI tak lagi sekadar identik dengan seragam batik biru dan upacara bendera. Di Payakumbuh, organisasi ini didorong menjadi motor utama transformasi aparatur sipil negara (ASN)—berjiwa pelayanan, profesional, dan yang paling penting: BerAKHLAK.
KORPRI: Lebih dari Sekadar Organisasi Pegawai
Pemerintah Kota Payakumbuh mendorong KORPRI tampil sebagai wajah baru birokrasi—organisasi yang hidup, progresif, dan mampu menyatukan ASN dalam satu nilai bersama: BerAKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).
Baca Juga : 9 Pejabat Eselon II Pemko Payakumbuh Dilantik, Ini Sosoknya!
Menurut Wali Kota Payakumbuh, KORPRI memiliki potensi besar menjadi agen perubahan.
“ASN adalah garda terdepan pelayanan publik. Dan KORPRI bisa menjadi simpul yang menyatukan mereka dalam satu visi: melayani dengan hati dan integritas,” ujarnya dalam forum pembinaan ASN pekan ini.
Transformasi ASN: Dari Pelaksana ke Pelayan Publik Sejati
Dan di sinilah peran KORPRI menjadi sentral—sebagai penggerak perubahan mentalitas dan semangat kerja.
Dari Payakumbuh untuk Indonesia?
Jika langkah ini berhasil, Payakumbuh bisa menjadi model inspiratif. Sebuah kota yang tidak menunggu perubahan dari pusat, tetapi mulai dari dalam—dari para ASN-nya sendiri.
Akhir Kata: Momentum yang Tak Boleh Hilang
Momentum ini langka.
Payakumbuh punya peluang emas untuk jadi contoh nasional. Jika KORPRI bisa membuktikan diri sebagai garda terdepan transformasi,
Kita ingin KORPRI menjadi ruang tumbuhnya ASN yang profesional, melayani dengan hati, dan memegang nilai-nilai BerAKHLAK sebagai kompas dalam bekerja,” ungkap salah satu pejabat pembina KORPRI Kota Payakumbuh.
Mari kita ubah cara pandang. ASN bukan hanya pegawai pemerintah Mereka adalah pelayan masyarakat. Dan KORPRI bukan hanya organisasi tapi harus menjadi gerakan moral, katalis perubahan, dan rumah besar nilai-nilai ASN yang ideal
Karena pada akhirnya, keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya diukur dari sistem






