payakumbuh – Aksi Massa Geruduk Suasana di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, mendadak memanas setelah sekelompok massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Komando (Mako) Brimob pada Jumat sore.
Massa yang datang dalam jumlah besar itu berasal dari berbagai organisasi masyarakat yang menuntut kejelasan terhadap penahanan salah satu tokoh mereka oleh pihak kepolisian.
Mereka membawa spanduk, poster, serta pengeras suara sambil meneriakkan yel-yel yang menuntut keadilan dan transparansi dari pihak berwenang.
Aksi tersebut menyebabkan kemacetan parah di sekitar kawasan Kwitang, terutama di Jalan Kramat Raya dan Jalan Kwitang Raya, karena banyaknya massa yang memenuhi badan jalan.
Baca Juga : Demo Buruh Hari Ini Daftar Tuntutan Lokasi hingga Jalan yang Harus Dihindari
Meski aksi pada awalnya berlangsung damai, situasi mulai memanas ketika beberapa orator memprovokasi massa untuk menerobos pagar pembatas.
Polisi segera merespons dengan memperingatkan massa agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menjaga ketertiban umum.
Namun, dorong-dorongan antara massa dan aparat sempat terjadi selama beberapa menit, sebelum akhirnya dapat diredam dengan negosiasi singkat antara koordinator aksi dan pihak kepolisian.
Mereka juga mendesak agar pihak Mako Brimob memberikan akses bagi tim hukum untuk bertemu langsung dengan tahanan yang dimaksud.
Polisi tetap menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan dan tidak ada perlakuan khusus terhadap siapapun yang ditahan.
Hingga sore hari, massa terus bertahan di sekitar Mako Brimob, meski cuaca mulai mendung dan hujan gerimis mengguyur kawasan tersebut.
Tim medis dan relawan juga tampak disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peserta aksi yang kelelahan atau terluka.
Aparat sempat memberikan himbauan melalui pengeras suara agar massa membubarkan diri secara tertib, namun sebagian massa memilih tetap bertahan.
Polisi lalu mengajak perwakilan massa untuk masuk ke dalam dan berdialog langsung dengan pejabat Brimob yang bertanggung jawab Di sisi
ini Ia juga menegaskan bahwa institusi kepolisian terbuka terhadap kritik, namun mengingatkan bahwa semua






