payakumbuh – Tangkis Pelemahan Rupiah Di tengah tekanan global pada pasar keuangan, Bank Indonesia (BI) menunjukkan sikap tegas demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Gubernur BI secara aktif mengerahkan seluruh instrumen kebijakan moneter dan nonmoneter sebagai respons terhadap pelemahan mata uang domestik.
Langkah ini dianggap penting untuk mencegah gejolak yang lebih dalam pada sektor ekonomi terutama yang memiliki eksposur terhadap valuta asing.

Baca Juga : Biro Haji Tak Dapat Izin PIHK Tapi Terima Jatah Kuota Khusus
Salah satu instrumen yang digunakan adalah intervensi di pasar valuta asing (forex), di mana BI menjadi pemain aktif dalam menjaga likuiditas.
Intervensi tersebut bertujuan mempersempit selisih antara penawaran dan permintaan mata uang asing, sehingga mencegah depresiasi berlarut.
Di sisi lain, BI juga menyesuaikan kebijakan suku bunga acuan agar sesuai dengan dinamika eksternal dan tekanan nilai tukar.
Peningkatan suku bunga memang berpotensi menahan arus keluar modal, sekaligus menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik.
Namun, kebijakan suku bunga tidak bisa dijalankan sendirian; BI harus bersinergi dengan kebijakan fiskal dan regulasi eksternal.
Pemerintah, melalui kementerian terkait, ikut berkontribusi dengan menerbitkan aturan-aturan pendukung stabilitas nilai tukar.
Misalnya, revisi regulasi terkait devisa hasil ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA), yang mewajibkan eksportir menahan devisa dalam negeri untuk jangka tertentu.
Aturan baru tersebut diharapkan memberi ruang bagi BI untuk mengelola pasokan valuta asing dan memperkuat cadangan devisa.
BI bahkan menyiapkan instrumen baru seperti sekuritas valas BI (SVBI) dan sukuk valuta asing BI (SUVBI) sebagai alat penampung dan pengelola devisa.
Dengan adanya instrumen tersebut, eksportir atau pemilik devisa dapat memarkir dana dalam instrumen yang dikelola BI.
Secara simultan, BI juga memanfaatkan operasi pasar terbuka (open market operations) untuk menyerap likuiditas, baik rupiah maupun valuta asing.
Langkah ini membantu menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan rupiah serta valuta asing di pasar.
BI juga memanfaatkan swap valuta asing sebagai alternatif likuiditas jangka






