payakumbuh – Polisi Didorong Setop Desakan kepada kepolisian untuk menghentikan proses penyelidikan terhadap Delpedro dan rekan-rekannya terus menguat dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Kelompok-kelompok pro-demokrasi menilai bahwa tuduhan terhadap Delpedro dkk, yang disebut-sebut menghasut kericuhan dalam unjuk rasa, terlalu prematur dan sarat muatan politis.
Aksi unjuk rasa yang terjadi pekan lalu di depan gedung parlemen memang berakhir ricuh, namun sejumlah pihak menegaskan bahwa kekerasan bukan datang dari massa aksi, melainkan dari provokator yang belum teridentifikasi.
Delpedro sendiri dikenal sebagai aktivis yang cukup vokal dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.
Ia bersama rekan-rekannya telah beberapa kali terlibat dalam aksi damai yang bertujuan mendorong perubahan sosial dan keadilan ekonomi

Baca Juga : Polisi Olah TKP Kecelakaan Iko Mahasiswa Unnes
Namun dalam perkembangan terbaru, polisi menyebut nama Delpedro sebagai salah satu pihak yang diduga mengomando kericuhan tersebut.
Langkah ini kemudian menuai respons keras dari organisasi masyarakat sipil, akademisi, hingga sejumlah tokoh agama.
Mereka menilai langkah aparat tidak berdasar dan justru berpotensi membungkam kebebasan berpendapat yang dijamin dalam konstitusi.
Menurutnya, Delpedro dan kawan-kawan justru menjalankan fungsi sosial sebagai pengingat bagi kekuasaan yang kerap lupa batas.
Kelompok Aliansi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi (AMSD) bahkan mengajukan surat terbuka kepada Kapolri untuk menghentikan penyelidikan tersebut.
Dalam surat itu, mereka menyampaikan bahwa tuduhan terhadap Delpedro tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
Mereka meminta ini aparat untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah dan transparansi dalam menangani kasus ini.
Beberapa pakar hukum tata negara turut memberikan pandangan terkait hal ini.
Profesor Budi Santoso dari Universitas Nasional menyebut bahwa tindakan aparat harus proporsional dan tidak melanggar hak asasi manusia.
ini Ia menambahkan bahwa penyelidikan semestinya fokus pada aktor lapangan yang terbukti melakukan perusakan atau kekerasan.
Sementara itu, rekaman video dari berbagai sudut menunjukkan bahwa Delpedro justru menenangkan massa saat mulai terjadi dorong-dorongan.






