Payakumbuh – Penginapan Bersejarah Indonesia menyimpan banyak bangunan bersejarah yang tak hanya menjadi saksi peristiwa penting, tetapi juga menyimpan kisah panjang perjalanan bangsa. Salah satu bentuknya adalah penginapan-penginapan tua yang telah berdiri sejak era kolonial.
Berikut ini lima penginapan bersejarah di Indonesia yang pernah menjadi saksi bisu masa kolonial hingga perjuangan menuju kemerdekaan: Hotel Majapahit Surabaya, Hotel Savoy Homann Bandung, Inna Grand Bali Beach, Hotel Oranje Malang (sekarang Tugu Hotel), dan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.
Baca Juga : HUT RI ke Ketum PP Muhammadiyah Wujudkan Indonesia Berkemajuan
Dahulu bernama Hotel Oranje hotel ini menjadi simbol perlawanan arek-arek Suroboyo saat insiden perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945.
Insiden ini memicu Pertempuran 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Artinya, hotel ini tak sekadar bangunan, melainkan bagian dari memori kolektif bangsa.
Hingga kini, Hotel Majapahit tetap menjadi tempat menginap favorit wisatawan yang mencari pengalaman sejarah dan kemewahan klasik.
Hotel ini menjadi tempat menginap para tokoh penting dunia saat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 di Bandung.
Keberadaan hotel ini menandai Bandung sebagai kota penting dalam geopolitik Asia-Afrika, dengan Savoy Homann sebagai ruang diplomasi tak resmi.
Desain interior dan eksterior hotel masih mempertahankan gaya lamanya, menjadikannya seperti museum hidup yang mengajak pengunjung melintasi waktu.
Savoy Homann bukan sekadar penginapan, tetapi juga pusat sejarah dunia yang masih beroperasi aktif hingga hari ini.
Menariknya, hotel ini menjadi simbol semangat nasionalisme Soekarno untuk menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu membangun hotel berkelas dunia dengan arsitek dan tenaga kerja dalam negeri.
Meskipun telah mengalami renovasi, hotel ini masih mempertahankan nuansa klasik dan menjadi salah satu ikon pariwisata Bali yang kaya akan nilai sejarah.
Hotel ini awalnya bernama Hotel Splendid dan pernah berganti nama menjadi Hotel Oranje, mengikuti gaya penamaan era kolonial.
Berlokasi di pusat kota Malang, hotel ini menjadi tempat singgah pejabat tinggi Belanda, Jepang, dan kemudian tokoh-tokoh perjuangan Indonesia.
