Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Kolaborasi Global! Dekranasda Payakumbuh dan The Sak Bali Siapkan UMKM ke Pasar Dunia

Shoppe Mall

Payakumbuh – Kolaborasi Global strategis antara Dekranasda Kota Payakumbuh dan The Sak Bali membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat.

Kolaborasi ini ditujukan untuk membuka peluang UMKM lokal agar dapat bersaing di pasar global.

Shoppe Mall

The Sak Bali, brand global yang dikenal akan produk fashion handmade-nya, melihat potensi besar dalam karya para pengrajin Payakumbuh.

Melalui kemitraan ini, para pelaku UMKM di Payakumbuh akan mendapatkan pelatihan intensif serta bimbingan teknis dari para ahli yang telah berpengalaman menembus pasar ekspor.

Ketua Dekranasda Payakumbuh, Ny. Henny Riza Falepi, menyambut kolaborasi ini dengan optimisme tinggi.

“Ini adalah kesempatan emas bagi UMKM kita untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar mereka,” ujar Henny saat peluncuran program.

Kolaborasi ini mencakup beberapa program pelatihan seperti peningkatan kualitas produk, desain, branding, hingga digital marketing.

Tak hanya pelatihan, The Sak Bali juga akan menjadi jembatan distribusi produk lokal ke pasar luar negeri melalui jaringan ekspornya.

Produk-produk unggulan Payakumbuh seperti tenun, sulaman, serta kerajinan tangan lainnya, akan mendapat tempat khusus dalam program ini.

Salah satu program unggulan adalah inkubasi UMKM selama enam bulan dengan pendampingan langsung dari tim The Sak Bali.

Inkubasi ini akan membantu pelaku usaha memahami standar global dalam hal kualitas, kemasan, dan nilai jual.

Kolaborasi Global
Kolaborasi Global

Baca Juga : juara Lagi! Kelurahan Koto Tangah Harumkan Nama Payakumbuh di Tingkat Provinsi

Menurut CEO The Sak Bali, Mark Talucci, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan itu harus menjadi daya tarik utama dalam produk ekspor.

“Payakumbuh punya keunikan tersendiri, dan kami ingin memperkenalkannya kepada pasar dunia,” ujar Mark.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan produk lokal di luar negeri bergantung pada konsistensi mutu dan cerita di balik produk tersebut.

Oleh karena itu, program ini juga mencakup storytelling branding agar produk UMKM punya identitas kuat.

Sejumlah UMKM yang telah lolos kurasi awal kini mulai mengikuti rangkaian pelatihan.

UMKM yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari fashion, kuliner, kriya, hingga herbal.

Salah satu peserta, Fitri, pengrajin songket dari Koto Nan Gadang, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini.

Shoppe Mall