iNews Payakumbuh – Kementerian Kesehatan mengungkap temuan yang cukup mengkhawatirkan terkait kondisi kesehatan mental anak di Indonesia. Data terbaru menunjukkan jumlah anak bergejala cemas dan depresi mencapai ratusan ribu kasus. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental anak sejak usia dini.

Kementerian Kesehatan mengumpulkan data tersebut melalui berbagai survei dan pemantauan layanan kesehatan. Hasilnya menunjukkan banyak anak bergejala cemas yang juga mengalami tekanan emosional hingga gejala depresi ringan maupun sedang.
Baca Juga : Polemik Siaga 1 TNI dan Geopolitik Timur Tengah
Beberapa faktor dapat memicu munculnya gangguan kecemasan dan depresi pada anak. Tekanan akademik, perubahan lingkungan sosial, penggunaan gawai secara berlebihan, hingga kurangnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar sering memengaruhi kondisi psikologis anak.
Para ahli kesehatan mental menilai peran keluarga sangat penting dalam mencegah masalah tersebut. Orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak agar mereka merasa aman untuk menyampaikan perasaan maupun masalah yang mereka alami.
Selain keluarga, sekolah juga memegang peran besar dalam menjaga kesehatan mental siswa. Guru dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan emosional anak. Sekolah juga dapat menyediakan layanan konseling bagi siswa yang membutuhkan bantuan.
Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan layanan kesehatan mental di berbagai fasilitas kesehatan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis anak di lingkungan sekitar.
Upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memberikan waktu berkualitas bersama keluarga, membatasi penggunaan gawai, serta mendorong anak untuk melakukan aktivitas positif seperti olahraga atau kegiatan kreatif.
Melalui perhatian bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, jumlah anak bergejala cemas dan depresi di Indonesia diharapkan dapat ditekan. Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental anak menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi yang sehat secara fisik maupun psikologis.






